Sabtu, 09 Oktober 2010

Algae

ALGAE

Algae merupakan organism mirip tumbuhan yang termasuk kingdom protista. Sebagian besar algae merupakan organisme uniselululer,sebagian lagi merupakan organism multiselular yang berukuran besar. Algae mampu membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesi, seperti tumbuhan, karena memiliki klorofil. Namun, algae berbeda dari tumbuhan karena tidak memiliki disferensiasi jaringan dan tidak memiliki akar, daun, atau batang yang sesungguhnya. Tubuh ganggang disebut talus. Stuktur reproduksinya juga berberbeda dari tumbuhan, algae membentuk gamet di dalam gametangia yang uniselular. Sementara itu, tumbuhan membentuk gamet di dalam gametangia yang multiseluler.


Sebagian besar algae memiliki habitat di perairan. Sel-sel algae mengandung pirenoid. Yaitu organ pembentuk dan penyimpan amilum. Ada empat tipe struktur tubuh algae, yaitu Chlorophyta, Phaeophyta, Chrysophyta, Rhodophyta, Euglenophyta, dan pyrophyta.





1.      Cholorophyta


Cholorophyta (ganggang hijau merupakan organisme bersel tunggal atau banyak. Hidup soliter (sendiri) bekelompok (koloni) berupa benang bercbang atau berbentuk lembaran. habitat di air sebagai plankton, bentos, dan perifiton serta dapat juga hidup di tanah yang basah lemba. Reproduksi secara vegetative berlangsung dengan fragmentasi, yaitu pemutusan bagian tubuh, sedangkan secara generative berlangsung melalui konjugasi.


Cholorophyta bermacam-macam. Ada yang bersel satu tdak dapat bergerak, bersel satu dapat bergerak , berkoloni dapat bergerak, berkoloni tidak dapat bergerak,berbentuk filament (benang), berbentuk lembaran.


Cholorophyta bersel satu yang tidak dapat bergerak, contoh Cholorococcum yan hidup di air tawar berkembang biak secara aseksual dengan isogami (penyatuan dua sel kelamin atau gamet yang sama bentuk dan ukurannya). Contoh lainnya adalah Chlorella yang hidup si air tawar , air laut, dan di tempt-tempat basah. Cirri-cirinya, tubuh berbentuk seperti bola, protoplas berbentuk seperti mangkuk, dan mengandung protein tinggi sehingga merupakan alternative sumber makanan baru.


Cholorophyta bersel satu yang dapat bergerak, contohnya chlamydomonas dengan cirri-ciri bersl tunggal, bentuk bulat dengan 2flagella, memiliki 1 fakuola, 1 inti, kloroplas, stigma (bintik mata). Dan pirenoid. Habitat chlamydomonas adalah air payau, air laut, dan di tanah. Chlamydomonas berkembang biak dengan cara membelah diri dan konjugasi. Hasil konjugasi chlamydomonas berupa zigospora.


Chlorophyta berkoloni dapat bergerak, yaitu Volvox globator, memiliki ciri-ciri koloni berbentuk seperti bola berflagel. Habitatnya di air tawar.


Chlorophyta berkoloni tidak dapat bergerak, yaitu Hidrodyction, memiliki ciri-ciri koloni berbentuk seperti jala. Habitatnya di air tawar.


Chlorophyta berbentuk filamen (benang), contohnya Spirogyra. Spirogyra memiliki kloroplas berbentuk pita melingkar (spiral). Habitatnya di air tawar. Berkembang biak dengan fragmentasi dan konjugasi. Contoh lain adalah Oedogonium yang hidup di habita air tawar. Oedogonium berkembang biak secara vegetative dengan zoospore berflael banyak dan secara generative dengan penyatuan ovum dan sperma.


Chlorophyta berbentuk lembaran, contohnya Ulva (selada laut). Habitatnya di perairan laut yang dangkal dengan cara menempel pada substrat berbatu menggunakan holdfast. Berkembang biak secara vegetative dengan spora berflagel empat dan secara generative dengan membentuk zigospora yang akan lepas menjadi individu baru.


  1. Phaeophyta


Kelompok Phaeophyta memiliki tubuh berbentuk benang/lembaran. Panjangnya dapat mencapai beberapa meter sehingga bentuknya menyerupai tumbuhan tingkat tinggi.  Phaeophyta merupakan algae yang banyak ditemukan di daerah intertidal pantai berkarang laut tropis dan subtropis. Pigmen dominan yang dimiliki adalah fikosantin (cokelat). Phaeophyta ini mampu menghasilkan asam alginat yang sangat penting untuk bahan industri, seperti salep dan es krim. Phaeophyta berkembang biak secara vegetative membentuk zoospora berflagel. Phaeophyta juga berkembang biak secara generative dengan membentuk reseptakulum, yaitu organ yang berisi alat perkembangbiakan pada ujung lembaran yang fertile (subur). Pada reseptakulum terhadap konseptakulum yang menghasilkan sel telur dan spermatozoid. Contohnya Phaeophyta, antara lain Macrocystis, Laminaria, Turbinaria, Sargassum, dan Fucus vesiculosus.


  1. Chrysophyta


Tumbuhan laut yang memiliki warna kuning keemasan tergolong dalam chrysophyta (ganggang keemasan). Adapun cirri-ciri Chrysophyta, antara lain bersel tunggal atau bersel banyak, memiliki klorofil dan pigmen dominan karoten (keemasan). Habitatnya di perairan tawar, perairan laut, perairan payau, dan di tanah yang basah/lembap.


Ganggang keemasan aa yang bersel satu dan berbentuk filamen. Chrsophyta yang besel satu, contohnya Ochromonas denan ciri-ciri tubuh menyerupai bola dan memiliki kloroplas berbentuk lembaran melengkung berwarna kekuningan. Ochromonas juga memiliki inti vakuola, stigma, serta memiliki dua flagel yang tidak sama panjangnya. Ochromonas berkembang biak dengan membelah diri.


Navicula adalah contoh lain Chrysophyta bersel satu. Navicula ini lebih dikenal sebagai ganggang kersik (Diatomae). Habitatnya di air tawar,air laut, dan air payau sebagai plankton. Tubuhnya terdiri atas epitika (bagian tuutup) dan hipoteka (bagian kotak). Navicula yang mati akan mengendap di dasar tanah menjadi tanah diatomae. Diatomae dapat berkembang biar secara asekual dengan cara membelah diri atau secara seksual dengan cara isogami.


Chrysophyta bersel banyak yang berbentuk benang, contohnya Vaucheria. Tubuhnya berbentuk benang, bercabang, dan tidak bersekat. Vaucheria berkembang biak secara vegetative dengan zoospore berflagel, sedangkan secara generative dengan pertemuan antara oogonium dan spermatozoid.


  1. Rhodophyta


Rhodophyta (ganggang merah) mempunyai ciri-ciri tubuh bersel banyak menyerupai benang/lembaran. Rhodophyta memiiki pigmen dominan fikoeritrin (merah). Rhodophyta sebagian besar hidup di perairan laut dengan subtrat dasar berbatu, mulai dari daerah intertidal sampai dengan perairan laut yang lebih dalam  (zona fotik). Rhodophyta berkembang biak secara generative dengan spermatium (tidak berflagel) dan sel telur. Ganggang yang termasuk Rhodophyta adalah Eucheuma spinosum. Ganggang ini biasa dimanfaatkan  untuk membuat agar-agar. Contoh lainnya adalah Gelidium dan Gracillaria yang juga digunakan untuk membuat agar-agar. Contoh lainnya bersifat parasit adalah Palmaria, Bossiella, dan Polysiphonia.


  1. Euglenophyta


Eugelnophyta merupakan kelompok makhluk hidup peralihan antara hewan dan tumbuhan dengan ciri memiliki kloroplas untuk fotosintesis dan alat gerak berupa bulu cambuk. Contoh kelompok ini adalah Euglena viridis, Euglena pisciformis (bebrbentuk gelendong), Euglena spirogyra (berbentuk besar dan tidak begitu aktif), dan Euglena sanguine  (memiliki hematokrom)


Euglena viridis merupakan ganggang bersel satu, berbentuk panjang, runcing pada bagian anterior, dan tumpul di bagian posterior. Di bagian anterior terdapat bagian yang melekuk ke dalam disebut sitostoma (mulut) dan di bagian dasarnya terdapat kerongkongan. Dekat akhir kerongkongan tedapat stigma (bintik meta merah) yang banyak mngandung hamatokrom yang lebih peka terhadap sinar. Nukeus berada pertengahan tubuh dan memiliki vakuola kontraktil.


Hasil fotosintesis berupa paramilon yang disimpan dalam pirenoid. Ganggang ini juga dapat hidup sprofit dengan mengabsorpsi zat-zat tertentu dari material organik yang larut dalam air melalui seluruh permukaan tubuhnya. Dalam masa isirahat Euglena akan membentuk ksta dari bahan selulosa.


Euglena melakukan reproduksi dengan membelah diri secara longitudinal, diawali pembelahan nukleus dan diikuti pembelahan seluruh tubuh.


  1. Pyrophyta


Kelompok Pyrophyta (ganggang api) merupakan organism autrotof unisellur dengan satu flagel dan dapat bergerak aktif. Dinding sel terbuat dari selulosa yang bersambung rapat serta mengandung plastida. Di dalam plastisida terkandung klorofil ddan pigmen cokelat kuning-kuningan (xatonfildan karoten). Biasanya, tubuh diselubungi oleh kutikula yyang tebal dan memiliki kromatofor.


Phrophyta berkembang biak dengan membelah diri menghasilkan dua individu baru (pembelahan biner). Habitat phryophyta di perairan laut, perairan payau, dan perairan tawar. Beberapa genera yang banyak ditemukan di perairan air tawar antara lain Perididium, Gymnodium, dan Ceratium. Beberapa species dari filum ini menghasilkan fluoresens (mampu memancarkan cahaya pada malam hari). Spesies-spesies tersebut antara lain adalah Noctiluca scintillan dan N. vermilarris.